gejala" kerusakan pada monitor dan bagian"nya
Gejala-Gejala Kerusakan pada Monitor
- kerusakan pada daerah tabung gambar (CRT).
Monitor yang memiliki kerusakan tabung gambar, biasanya memiliki gejala-gejala sebagai berikut :- Tampilan pada layar gelap (kurang terang), karena tabung gambar sudah sobek atau filamen putus
- Tampilan pada layar tidak memiliki warna yang lengkap (misalnya merah saja, biru saja, karena grid-grig ada yang short (hubung pendek)
- Tampilan tidak fokus, karena tabung sudah lama atau tegangan tinggi kurang dari semestinya.
- Tampilan membekas pada layar, karena terlalu lama memakai dalam tampilan program yang sama.
- kerusakan power supply di daerah.
Monitor yang memiliki kerusakan pada catu daya biasanya memiliki gejala monitor mati total atau tampilan kurang terang karena tegangan catu daya kurang dari semestinya. Urutan perbaikannya adalah sebagai berikut :- Pantau mati total
- Monitor tidak menyala (raster gelap)/mati.
- Pertama-tama cek apakah kabel power (kabel listrik) terhubung dengan baik atau belum.
- Jika kabel sudah terhubung dengan baik, bukalah monitor dan cek bagian blok power supply.
- Perhatikan apakah ada komponen yang terbakar/rusak, jika ada gantilah.
- Jika belum teratasi bagian komponen yang vital (misalnya FET, Transistor, Resistor yang sangat besar atau nilainya kecil)
- Selanjutnya, gantilah komponen yang rusak tersebut.
- koneksi monitor kurang dari semestinya.
- Biasanya raster pada layar kurang penuh
- Cek bagian pengatur tegangan (trimpot), sesuaikan petunjuk pada catu daya keluaran
- Cek komponen yang rusak pada sekitar blok power supply.
- koneksi monitor kurang dari semestinya.
- Video kerusakan pada daerah
- Akibat kerusakan pada daerah ini, biasanya warna kurang baik atau tidak sesuai dengan keadaannya, bahkan tidak ada tampilan sama sekali.
- Pertama-tama cek bagian apakah D-Connektor sudah tertancap dengan baik atu belum.
- Cek bagian video (biasanya terletak di belakang tabung)
- Cek apakah ada tegangan yang masuk pada daerah tersebut
- Jika sudah selesai, periksa komponen aktifnya (IC, Transistor).
- Jika ada yang rusak, gantilah komponen tersebut dengan yang baik.
- kerusakan pada daerah tegangan tinggi.
- Akibat yang ditimbulkan biasanya gambar kurang terang (gelap) dan kurang fokus (agak buram)
- Pertama-tama stel dulu pada potensiometer playback bagian screen dan fokus, sesuai dengan tampilan dilayar.
- Cek komponen di daerah sekitar play back (mungkin ada yang rusak)
- Jika belum teratasi semua coba ganti dengan play back yang baru
- kerusakan pada daerah kontrol (horisontal, vertikal, sinkronisasi).
- kerusakan pada blok horisontal
- Biasanya pada layar tampilan tampak garis terang vertikal.
- Urutan perbaikan pada kerusakan ini, pertama-tama cek deflektion yoke apakah sudah terpasang baik atau yoke tersebut sudah rusak.
- Selanjutnya cek pada bagian output horisontal (terutama transistornya) rusak atau tidak, jika rusak gantilah dengan yang baik.
- Jika belum teratasi periksa bagian osilator horizontal, apakah ada komponen yang rusak atau tidak, jika ada yang rusak gantilah komponen tersebut.
- kerusakan pada daerah vertikal
- Biasnya pada layar tampilan garis terang horisontal.
- Urutan perbaikan pada kerusakan ini, cek dulu pada deflektion yoke apakah sudah terpasang baik atau yoke sudah rusak.
- Selanjutnya periksa pada bagian output vertikal (transistor atau IC) apakah komponen tersebut rusak atau tidak, jika rusak diganti dengan yang baik.
- Jika belum teratasi periksa bagian osilator vertikal, jika ada komponen yang rusak gantilah dengan yang baik.
- kerusakan pada daerah sinkronisasi
- kerusakan pada derah ini, biasanya tampilan dimonitor akan bergulir (tidak stabil).
- Untuk mengatasi kerusakan tersebut harus dicek pada bagian blok sinkronisasi, terutama komponen yang aktif (IC atau transistor),
- gantilah jika ada yang rusak.
- kerusakan pada blok horisontal
- kerusakan pada daerah 15 PIN D-Connector.
kerusakan pada daerah ini biasanya karena pin-pin pada connector ada yang patah atau tidak tersambung, kerusakan yang lain adalah kabel penghubung dari monitor ke D-Connector ada yang putus. Akibat yang ditimbulkan antara lain :- Gambar bergulir
- Gambar tidak tepat sesuai
- Gambar tidak bagus
- Dan sebagainya
Untuk mengatasi masalah tersebut, bukalah D-Connector dan periksa apakah solderan ada yang lepas atau kabel ada yang putus, Sambungkan kabel tersebut atau kalau perlu gantilah dengan kabel yang baru.bui
Bagaimana Penggunaan Komputer Menyebabkan CVS?
Computer vision syndrome dapat timbul karena beberapa sebab, yaitu :
- Saat menatap layar, mata terus bergerak dari satu titik ke titik yang lain dan melakukan fokus dalam waktu yang lama. Kegiatan ini membutuhkan kerja keras dari otot mata.
- Huruf-huruf pada layar komputer umumnya tidak setajam pada media cetak, sehingga secara tidak sadar akan memaksa mata kita untuk lebih fokus dalam membacanya.
- Kerlip dan silau cahaya yang berasal dari layar menambah beban kerja pada mata.
- Frekuensi mata untuk berkedip cenderung berkurang saat menatap layar. Hal ini menyebabkan mata menjadi lebih kering.
Cara Mencegah Computer Vision Syndrome
Sekitar 50-90% individu yang bekerja menggunakan komputer dilaporkan mengalami gejala CVS. Namun, Anda jangan khawatir. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi ini, yaitu:
1. Sesuaikan cahaya lingkungan sekitar
Pastikan cahaya di lingkungan sekitar Anda tidak terlalu terang atau terlalu gelap, dengan cara:
- Menghindari duduk menghadap atau membelakangi jendela langsung, karena akan mengganggu penglihatan ke layar.
- Menutup tirai jendela, jika sinar matahari dirasa terlalu silau.
- Menyesuaikan posisi layar, untuk mengurangi refleksi cahaya dari jendela atau lampu.
- Mengatur posisi cahaya lampu meja, agar tidak langsung mengarah ke mata.
2. Susun meja kerja Anda
Sesuaikan letak layar komputer, sehingga pandangan Anda tepat mengarah ke tengah layar dengan jarak 50-70 cm dari wajah Anda. Jika Anda bekerja menggunakan komputer dan buku, gunakan book stand untuk meletakkan buku agar sejajar dengan layar. Tujuannya adalah untuk mengurangi gerakan menunduk dan menengadah secara berulang.
3. Ubah pengaturan pada layar komputer Anda
Atur tingkat terang, kontras, dan ukuran huruf sesuai dengan kenyamanan Anda. Jika perlu, gunakan screen filter untuk mengurangi kilatan cahaya dari layar.
4. Batasi waktu penggunaan komputer
Sebaiknya, batasi waktu penggunaan gadget, termasuk komputer. Selama menggunakan komputer:
- Sering kedipkan mata Anda untuk melembapkan mata selama bekerja.
- Lakukan kiat 20-20-20, yaitu mengalihkan pandangan dari layar setiap 20 menit untuk menatap objek yang berjarak jauh (sekitar 20 kaki atau 6 meter) selama 20 detik. Dua puluh detik merupakan waktu yang dibutuhkan untuk otot mata akhirnya relaksasi.
5. Gunakan obat tetes air mata buatan
Jika perlu, Anda bisa meneteskan air mata buatan untuk membantu melembapkan mata. Obat tetes air mata buatan dapat dibeli tanpa resep dokter, namun pastikan obat tetes tersebut tidak mengandung bahan aktif obat atau pengawet, sehingga tidak menyebabkan efek samping pada mata.
6. Atasi kondisi mata lain yang dimiliki
Gunakan kacamata dengan lensa yang sesuai jika Anda menderita rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), mata silinder (astigmatisma), atau mata tua (presbiopia) untuk membantu kerja mata.
Gejala computer vision syndrome memang tidak berbahaya dan umumnya bersifat sementara. Namun, kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan hambatan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter spesialis mata jika gejala yang Anda alami tetap berlanjut atau bahkan semakin berat, meski Anda sedang tidak menggunakan perangkat berbasis komputer.
Bagian-Bagian Monitor dan Fungsi Monitor Terbaru
Monitor sendiri merupakan salah satu perangkat keras sebagai output data secara grafis. Selain itu, monitor bisa berfungsi sebagai output video. Penggunaan dari monitor ini pun tak bisa digunakan secara terpisah dengan CPU di perangkat komputer.
Layar monitor memiliki ukuran yang bermacam-macam. Bentuk layarnya pun hampir menyerupai dengan layar televisi. Pada layar televisi bisa menampilkan grafis yang memiliki resolusi lebih tinggi dibandingkan monitor komputer.
Ukuran dari monitor yang bermacam-macam ini penggunaannya tergantung dari fungsi monitor yang akan dikerjakan. Terdapat layar yang memiliki ukuran 17 inci dengan resolusi 1024 x 768. Selain itu ada juga yang memiliki ukuran 19 inci yang memiliki resolusi 1280 x 1024, dan 21 inci dengan 1600 x 1200 untuk resolusinya.
1. Bagian Luar Monitor
Bagian luar monitor ini terdiri dari 2 panel, yaitu panel depan dan belakang.
a . Bagian Pada Panel Depan Diantaranya:
- Power Switch, memiliki fungsi untuk menghidupkan dan mematikan monitor.
- Led Indikator, memiliki fungsi untuk mengetahui komputer sedang dalam kondisi hidup atau mati.
- Contrast, memiliki fungsi untuk mengatur ketajaman warna pada tampilan monitor.
- Brightness, memiliki fungsi untuk mengatur kecerahan tampilan monitor.
- H-Phase, memiliki fungsi untuk mengatur posisi tengah arah horizontal.
- H-Sze, memiliki fungsi untuk mengatur lebar tampilan pada layar monitor.
- V-Size, memiliki fungsi untuk mengatur tinggi tampilan layar monitor.
- V-Shift, memiliki fungsi untuk mengatur posisi tengah arah vertikal pada monitor.
- Pin Cushion/Side Pin, memiliki fungsi untuk mengatur posisi bingkai (cekung/cembung) pada tampilan layar monitor.
b. Bagian Pada Panel Belakang Diantaranya:
- Saklar pemilih tegangan (110/220)
- AC Inlet, konektor untuk power.
- Kabel sinyal data, dengan CGA (9 pin), VGA (25 pin)
2. Bagian Dalam Monitor
Selain itu terdapat bagian dalam monitor yang meliputi:
- Tabung hampa udara yang berfungsi untuk semua komponen elektronik komputer.
- Fosfor berfungsi untuk berpendar jika terkena elektron.
- Lapisan fosfor memiliki fungsi untuk menampilkan titik-titik seperti yang terlihat pada layar.
- Penutup bayangan dilengkapi dengan lubang-lubang kecil. Fungsi pada lubang-lubang yang sangat kecil ini untuk jalan yang akan dilewati elektron.
- Medan magnet elektrik yang berfungsi untuk membelokkan elektron.
Komentar
Posting Komentar